Senin, 06 Maret 2017

Psikologi Pendidikan









singgah ke blog temen sekelompok aku yaaaa :))) Melsy Yuniar
Nur Aliya
Devi Novia
Agung Muh Taufiq
Fanny Sofy Ariski

Minggu, 05 Maret 2017

BELAJAR-PSIKOLOGI PENDIDIKAN

BELAJAR
            Belajar adalah pengaruh yang relatif permanen atas perilaku, pengetahuan,dan keterampilan berpikir yang diperoleh melalui pengalaman. Tidak semua yang kita tahu itu diperoleh melalui belajar. Kita mewarisi beberapa kemampuan-kemampuan itu sejak lahir,dan tidak dipelajari. Ada bebarapa pandangan tentang pendekatan dalam pembelajaran, diantaranya :
I.                   Behavioral
Pandangan yang menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental. Di dalam pandangan behavioral ini, ada dua pendekatan pembelajaran yaitu :
1.      Pengkondisian Klasik
Merupakan tipe pembelajaran di mana suatu organisme belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimuli. Dalam pengkondisian klasik, stimulus netral diasosiasiakan dengan stimulus yang bermakna dan menimbulkan kapasitas untuk mengeluarkan respon yang sama. Ada dua tipe stimuli dan respon dalam  teori pengkondisian klasik Pavlov (1927) yaitu, unconditioned stimulus (US) adalah sebuah stimulus yang secara otomatis menghasilkan respon tanpa ada pembelajaran terlebih dahulu, unconditioned response (UR)adalah respon yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh US, conditioned stimulus (CS)adalah stimulus yang sebelumnya netral yang akhirnya menghasilkan CR setelah diasosiasikan denganUS, dan conditioned respon (CR) adalah respon yang dipelajari terhadap stimulus yang terkondisikan yang muncul setelah terjadi pasangan US-CS

Contoh dari Pengkondisian Klasik
1.      Ketika saya sedang duduk, saya merasa ada sesuatu di punggung saya, dan ketika saya lihat, ternyata itu adalah seekor kecoa. Refleks saya langsung lompat,menjerit dan saya sangat ketakutan. Ketika setelah beberapa hari ada sesuatu yang menyentuh di punggung saya , dan saya refleks melompat dan ketakutan.
Disini dapat kita ketahui bahwa Unconditioned Stimulusnya adalah seekor kecoa, dan Unconditioned Respon nya adalah perilaku melompat, menjerit dan takut. Nah sedangkan Conditioned Stimulus nya yaitu ketika ada sesuatu yang menyentuh punggung saya dan menghasilkan Conditioned Respon seperti perilaku melompat, dan ketakutan.

2.      Ketika saya sedang istirahat di dalam kamar tepat pada malam hari, sedang terjadi hujan deras dengan diringi petir.  Saat itu saya sedang asik membaca sebuah novel. Tiba tiba lampu padam dan petir tiba tiba datang dengan suara yang begitu keras. Refleks saya teriak ketakutan dan menutup kedua telinga saya. Selang berapa menit, lampu kembali hidup. Kira kira 5 menit setelah lampu hidup petir tiba tiba menyambar dan saya berteriak ketakutan dan menutup telinga.  Jadi setiap saya mendengar suara petir saya refleks berteriak dan menutup telinga saya.

3.      Pada sebuah tempat perkumpulan orang-orang yang terkena musibah bencana alam, orang-orang yang begitu melihat barang-barang bantuan (sandang dan pangan) telah tiba akan segera berlari ke posko tersebut untuk menerima atau merebut bantuan tersebut. Lalu, seterusnya pada hari-hari berikutnya mereka menyadari bahwa tak lama setelah helicopter lewat, bala bantuan akan segera sampai di posko. Jadi, mereka pun akhirnya berinisiatif ke arah posko tak lama setelah ada helicopter yang lewat.

4.      Ketika saya masih kecil, saya suka mengganggu seekor katak. Tapi,setelah saya dikencingi yang menyebabkan kulit saya menjadi gatal-gatal, saya mulai menjauhinya. Setelah beberapa saat, jika kulit saya tersentuh kulit katak ataupun tersentuh sesuatu yang bertekstur seperti kulit katak, maka saya refleks akan langsung menjauhinya.

5.      Saya adalah penyuka makanan seafood, terutama udang. Tetapi Saya pernah mual ketika saya telah memakan udang. Kemudian, untuk beberapa saat ketika saya melihat udang dan seafood lainnya, saya refleks merasakan mual kembali. Semenjak saat itu, saya tidak berani untuk memakan makanan seafood lagi.

 2.      Pengkondisian Operan

Merupakan bentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi.

Contoh dari Pengkondisian Operan

1.      Saya memiliki adik laki laki yang berumur 13 tahun. Saat ini adalah masa masa puber nya. Saat itu saya mendapati dia sedang bermain dengan anak anak yang seusia dengan dia. Dan mereka bermain sambil mengotori rumah. Saya geram dengan kelakuan mereka. Saya menasehati mereka, kalau bermain itu jangan mengotori rumah. Kalau mereka masih bermain sambil mengotori rumah saya tidak akan memberikan mereka kue yang saya buat sendiri. Dan besoknya mereka tidak mengotori rumah lagi. Dan tentu saja kuenya saya beri ke mereka. Dan ternyata ketika saya tidak memiliki kue untuk di berikan kepada mereka, mereka tetap tidak mengotori rumah.

2.      Seorang anak yang malas belajar, ketika ia dijanjikan oleh orangtuanya jika ia rajin belajar dan mendapatkan juara kelas, maka ia akan mendapatkan sepeda baru yang sangat diinginkannya. Maka anak tersebut belajar dengan rajin dan mendapatkan juara kelas yang akhirnya ia diberikan sepeda baru oleh orangtuanya
Anak tersebut diberikan penguat positif sehingga ia melakukan kegiatan belajar yang berulang-ulang agar mendapatkan reward sepeda baru oleh orang tuanya.

3.      Ketika SD, saya memiliki seorang guru yang biasa disebut bu Regar,orangnya sangat penyabar dan penyayang,dia selalu membujuk dan menyarankan kepada para muridnya untuk belajar dengan giat,dia memberikan motivasi yang membuat murid-muridnya jadi lebih bersemangat. Bukan hanya itu saja,setiap anak yang rajin dan pandai juga akan diberikan reward,jika kita mampu menjawab pertanyaan yang ia berikan,maka kita akan pulang lebih awal dibanding teman-teman kita yang lain,kondisi seperti ini membuat anak-anak jadi lebih bersemangat dan lebih antusias.

4.      Saya malas menulis dikelas, ketika guru mendiktikan sebuah pelajaran saya berpura pura menulis, namun hal itu diketahui oleh sang guru dan memberikan hukuman yang memalukan bagi saya, dan itu menjadikan saya malu jerah. Kemudian di lain hari ketika guru tersebut kembali mendiktikan pelajaran saya menulisnya dengan benar agar tidak di hukum kembali.

5.      Saat SD jika saya mempunyai nilai sembilan di raport. Orang tua saya akan memberikan imbalan setiap satu angka sembilan yang saya miliki dengan imbalan uang. Itu membuat saya bersemangat dan dan lebih giat dalam belajar.


II.                Kognitif

Merupakan proses belajar dimana yang menekankan pada efek pikiran terhadap perilaku. Pendekatan ini berusaha mengubah konsepsi berpikir, meperkuat keahlian seseorang dalam menangani sesuatu,meningkatkan kontrol diri, dan mendorong refleksi diri.

Contoh Kognitif
1.      Ketika saya SMA Saya mempunyai seorang teman yang terkenal di kalangan guru dan mendapat juara paralel (juara umum). Kemudian saya, memperhatikan bagaimana cara belajar dia. Ternyata berbeda saya. Dia sering membahas-bahas soal dan karenanya dia sering menjawab pertanyaan dari guru. Saat SMA, kalau ada murid yang rajin dan bisa menjawab pertanyaan maka aada nilai plus bagi si murid. Oleh sebab itu, saya meniru cara belajar dia. Sebelumnya cara saya belajar itu adalah merangkum apa-apa saja yang dikatakan guru di kelas dan merangkum jawaban-jawaban dari pertanyaan guru. Saya pun lama kelamaan menjadi suka membahas-bahas soal, baru merangkum jawabannya dan membandingkannya dengan apa yang telah dijelaskan oleh guru. Akhirnya saya pun mendapat nilai yang baik dan bisa mendapat ranking di kelas. Walaupun tidak paralel. Dan sebagian besar guru mengenal saya juga.
Dari kejadian tersebut, dapat dirasakan bahwa saya me’modelling’ teman saya. Tampak proses kognitif yang saya lakukan dalam meniru dia. Yang pertama, saya memperhatikan (attention) bagaimana cara belajarnya. Selanjutnya saya mengingat dan memahami (retention) bagimana cara dia belajar, lalu menerapkan cara belajar dia (reproduction) ke dalam diri saya. Dan yang menjadi motivasi saya adalah mendapat nilai dan dikenali oleh guru-guru saya.

2.      Ketika seorang mahasiswa di bebani begitu banyak tugas dan dia tidak dapat memanajemen waktunya dengan baik, dia akan merasa stress dan merasa bebannya sangat sulit untuk diatasi. Namun ia melihat temannya yang memiliki beban yang sama namun masih bisa bersenang senang dan tugasnya terselesaikan dengan baik. Kemudian dia berfikir untuk mengubah perilakunya, ia bersemangat dan mulai memperbaiki perilakunya. Dan sekarang ia merasa mulai membaik dengan perubahannya tersebut.

3.      Ketika seseorang mengalami penyakit parah, hari-harinya hanya dihabiskan untuk menyendiri dan meratapi diri sendiri. Namun, ia tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang memiliki penyakit yang sama parahnya dengan dirinya. Tetapi, orang tersebut terlihat berbeda, ia lebih bersemangat dan lebih berbaur dengan orang-orang di sekitarnya. Kemudian ia berpikir untuk mengubah perilaku nya, ia merasa bersemangat ketika melihat orang tersebut. Ia mulai melakukan hal yang sama yaitu dengan me’modeling’ perilaku orang tersebut, dari tidak meratapi diri sendiri, dan mulai berbaur dengan orang-orang di sekitarnya. Dan sekarang ia merasa mulai membaik dengan perubahannya tersebut.

4.      Saya memilki keponakan kecil yang berusia 3 tahun. Saat itu saya membawa dia jalan jalan keliling kota. Dan saat perjalanan terakhir kami singgah di pantai. Dan saya mengeluarkan hp saya untuk foto. Saya memfoto keponakan saya ini. Awalnya ia hanya bergerak kesana kemari. Tetapi saat ia bermain pasir, ia melihat ada segerombolan anak remaja sedang berkerumunan dan wefie. Mereka terlihat bahagia dalam wefie tersebut. Kemudian keponakan saya ini menghampiri saya dan meminta hp saya. Awalnya saya bingung dan tidak memberi hp saya. Dan saat itu dia menunjukkan gerombolan remaja tadi. Dan mengatakan poto poto. Akhirnya saya mengeluarkan hp dan berfoto. Apa yang dia lihat ketika si remaja tersebut berfoto dengan berbagai gaya dan ia meniru semua gaya berfoto mereka. Dan tiba tiba dia mengambil hp saya dan selfie sendiri sama seperti apa yang mereka lakukan.
Dari kejadian tersebut, dapat disimpulkan bahwa keponakan saya telah “memodeling” remaja tersebut. Tampak proses kognitif yang keponakan saya lakukan dalam meniru remaja itu. Yang pertama, dia memperhatikan (attention) mereka wefie ( we selfie). S lanjutnya keponakan saya mengingat dan memahami (retention) bagaiamana cara mereka bergaya, lalu menerapkan cara bergaya mereka (reproduction) ke dalam dirinya.
5.      Seorang anak kecil yang tidak bisa bermain sepeda, berniat untuk belajar naik sepeda, tapi setelah beberapa saat ia terjatuh dan mengurungkan niatnya untuk belajar naik sepeda. Keesokan harinya ia melihat temannya yang sedang asyik bermain sepeda. Setelah melihat temannya,ia berpikir untuk mencoba belajar kembali, walaupun ia jatuh, ia tetap belajar sampai ia bisa. Dan akhirnya setelah belajar, anak tersebut telah mahir bermain sepeda.


Senin, 05 Desember 2016


                                                 


                                                Image result for MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN

HAKIKAT KEBERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA

        Keragaman menunjukkan adanya banyak macam, banyak jenis. Keragaman manusia dimaksudkan bahwa setiap manusia memiliki perbedaan. Perbedaan itu ada karena manusia adalah makhluk individu yang setiap individu memiliki ciri-ciri khas tersendiri. Perbedaan itu terutama ditinjau dari sifat-sifat pribadi, misalnya sikap, watak, kelakuan, temperamen, dan hasrat.
       Kesetaraan berasal dari kata setara atau sederajat. Kesetaraan atau kesederajatan menunjukkan adanya tingkatan yang sama, kedudukan yang sama, tidak lebih tinggi atau tidak lebih rendah antara satu sama lain.
Kesetaraan manusia bermakna bahwa manusia sebagai makhluk Tuhan memiliki tingkat atau kedudukan yang sama. Semua manusia diciptakan dengan kedudukan yang sama, yaitu sebagai makhluk mulia dan tinggi derajatnya dibanding makhluk lain. Di hadapan Tuhan, semua manusia sama derajatnya,kedudukan atau tingkatannya. Yang membedakan adalah tingkat ketakwaan manusia tersebut terhadap Tuhan.
Kesetaraan atau kesederajatan tidak sekedar bermakna adanya persamaan kedudukan manusia. Kesederajatan adalah suatu sikap mengakui adanya persamaan derajat, persamaan hak, dan persamaan kewajiban sebagai sesama manusia. 


                                     Image result for kemajemukan sosial budaya

KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA
       Kemajemukan paa dasarnya dalam Masyarakat Nusantara dapat dipahami sebagai perbedaan daya adaptasi antar kelompok-kelompok  dalam masyarakat. Adanya kemajemukan dalam masyarakat dapat menimbulkan ketidakseimbangan dan kesenjangan dalam berbagai aspek seperti sosial, budaya, politik dan lainnya. adanya kesenjangan ini juga dapat membuat adanya pertikaian antara agama yang satu dengan yang lain, suku yang satu dengan yang lain, dan bahasa yang satu dengan yang lain sehingga dapat membuat pertikian yang di Indonesia di sebut masalah SARA.
         Secara Horizontal, masyarakat majemuk dikelompokkan berdasarkan :
1. Etnik dan rasa tau asal usul keturunan.
2. Bahasa daerah
3. Adat istiadat atau perilaku
4. Agama
5. Pakaian, makanan, dan budaya material lainnya.
Secara Vertikal, masyarakat majemuk dikelompokkan berdasarkan :
1. Penghasilan atau ekonomi
2. Pendidikan
3. Pemukiman
4. Pekerjaan
5. Kedudukan sosial politik


KEMAJEMUKAN DAN KESETARAAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA BANGSA
        Kemajemukan bangsa karena adanya kemajemukan etnik, disebut juga suku bangsa. Keragaman dalam hal ras,agama,golongan,tingkat ekonomi, dan gender. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang multikultural artinya memiliki banyak budaya yang tentunya masih dan akan selalu dilestarikan oleh masyarakatnya. Dalam menjaga kekayaan sosial budaya bangsa tentu harus dimulai dari hal yang kecil terlebih dahulu. Misal, dengan ikut event Tujuh Belasan kita bisa ikut ambil andil dengan mengikuti salah satu atau beberapa lomba. Misalnya lomba pakaian adat dan lain sebagainya. Nah dari hal yang seperti itu kita bisa terus menjaga budaya kita agar tetap ada dan dikenal oleh masyarakat lainnya.

                                            Image result for kemajemukan sosial budaya

PROBLEMATIKA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN 
      Keberagaman dari budaya yang turut memperindah dan memperkaya Bangsa kita juga dapat menjadi sumber kekacauan dan membuat antar warga negara saling terpecah belah dan tidak lagi menghargai antara budaya yang satu dengan yang lain. 
     Yang termasuk problematika yang perlu diatasi adalah stereotip yang negatif atau memandang rendah kelompok lain. Konsep stereotip ini dalam bentuk lain disebut stigma atau cacat. Stigmatisasi oleh sekelompok orang kepada kelompok lain cenderung negatif.
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperkecil masalah yang diakibatkan oleh pengaruh negatif dari keragaman, yaitu :
1. Semangat religious
2. Semangat nasionalisme
3. Semangat pluralisme
4. Semangat humanism
5. Dialog antar umat beragama
6. Membangun suatu pola komunikasi untuk interaksi maupun konfigurasi hubungan antar agama, media massa, dan harmonisasi dunia.


KESIMPULAN
a. Keragaman manusia dimaksudkan setiap manusia memiliki perbedaan. Perbedaan itu ada karena manusia memiliki ciri-ciri khas tersendiri. Perbedaan itu terutama ditinjau dari sifat-sifat pribadi, misalnya sikap, watak, kelakuan, temperamen, dan hasrat.
b. Kesetaraan atau kesederajatan menunjukkan adanya tingkatan yang sama, kedudukan yang sama, tidak lebih tinggi atau tidak lebih rendah antara satu sama lain.
Kesetaraan manusia bermakna bahwa manusia sebagai makhluk Tuhan memiliki tingkat atau kedudukan yang sama satu sama lainnya. Semua manusia diciptakan dengan kedudukan yang sama, yaitu sebagai makhluk mulia dan tinggi derajatnya dibanding makhluk lain. Di hadapan Tuhan, semua manusia sama derajatnya, kedudukan atau tingkatannya. Yang membedakan adalah tingkat ketakwaan manusia tersebut terhadap Tuhan.

                                                               Image result for problematika keragaman sosial budaya
Referensi lain mengenai materi ini bisa tean-teman kunjungi blog berikut ini:
Keberagaman Dan Kesetaraan Sosial
Makalah Manusia Keragaman Dan Kesetaraan
Makalah ManusiaKeragaman Dan Kesetaraan

Kamis, 01 Desember 2016

Tinjauan Teologis Etis Kristen Tentang Penyalahgunaan Narkoba











Dari video diatas bisa kita lihat pengaruh dan akibat dari penggunaan narkoba yang harus dikonsumsi secara terus-menerus sehingga membuat pemakainya menjadi kecanduan.



Kita semua menyadari bahwa segala rutinitas kita setiap hari membuat kita jenuh, lelah, dan bahkan stress sehingga hal-hal inilah yang awalnya akan membawa kita kepada narkoba sebagai bentuk pelampiasan kejenuhan dari hidup kita. Sejak dini kita sudah seharusnya mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan banyak penyalahgunaan narkoba. Remaja dijaman sekarang semakin mengalami penurunan moral. Yang awalnya hanya terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba mulai merayap kepada sex bebas dan lainnya yang sangat membahayakan. Kita sudah seharusnya mengetahui dan menjauhi apa-apa saja faktor penyebab, dampak dan contoh dari penyalahgunaan narkoba itu agar kita dapat ambil sikap jika dihadapkan dengan situasi ini. 
Referensi lain tentang bentuk penyalahgunaan narkoba beserta dampak, pengaruh dan yang lainnya bisa kunjungi website berikut untuk menambah wawasan kita☺

 Penyalahgunaan Narkoba
Artikel Narkoba
Dampak Penyalahgunaan Narkoba
                                                       

Oleh karena itu mari jadi masyarakat terutama remaja yang peduli terhadap lingkungam dengan membantu memerangi narkoba serta turut menghindari bahaya narkoba dalam bentuk apapun itu. Mari bangkitkan moral bangsa menjadi lebih baik lagi.

Kamis, 24 November 2016

Sedikit Tentang Ku

         19 Tahun yang lalu ada seorang wanita memberikan ku nama Septiana Genio Dumaris Naibaho Ia bernama Rosmin Aries Rosita Silaban. Aku anak ketiga dari 4 bersaudara dengan 1 laki-laki sebagai anak kedua. aku punya 1 kakak dan 1 adik sehingga lengkaplah anak dari Ibu Rosmin ini. Sebenarnya aku punya 1 lagi adik perempuan setelah sibungsu keempat tapi dia tidak mampu bertahan ketika Steps melanda tubuhnya sekitar umur 1 tahun. 
         Beberapa tahun sebelum kepergiannya seorang lelaki pasangan Ibuku sudah mendahului pergi. Ketika itu ia tak mampu mengelakkan rasa kantuknya saat berkendara sehingga motornya bertabrakan dengan sebuah mobil sedan yang sedang terparkir dipimggir jalan. Ya sekitar 8 tahun yang lalu saat aku masih kelas 4 SD. 
         Sekarang aku sudah menginjak 19 tahun dan duduk dibangku kuliah tepatnya di Universitas Sumatera Utara di Fakultas Psikologi. Ini adalah pilihan pertamaku saat SNMPTN atau Jalur Undangan. Bersyukur masuk di Universitas ini dengan Prodi yang terbilang banyak saingannya. Namun, disinilah perjuangan terbesar yang harus bisa saya lalui, tak hanya jauh dari orang tua namun dengan uang yang terbatas saya harus mampu membiayai kuliah saya hingga selesai. Bukan tak berat hatiketika harus  meminta uang kepada Ibu yang harus membiayai 4 orang anaknya yang semuanya masih melanjutkan study. Tapi Ia selalu bilang Doakan saja Mama panjang umur biar bisa sekolahkan kalian semua. 
         Hingga saat ini Dialah orang terkuat yang aku tau. Lebih dari bahagia aku bangga lahir dari rahimnya, memilikinya bahkan hidup berdampingan dengan nasihat darinya. Ia sangat pantas mendapat gelar Ibu karna ketabahannya menafkahi kami 8 tahun belakagan ini sendirian. Ah entahlah aku terlalu cinta dengan wanita ini. Ku harap suksesku akan mengukir senyum diwajah dan hatinya. Trimakasih Ibu Rosmin Silaban Aku Mencintaimu.


 
SEPTIANA NAIBAHO Blogger Template by Ipietoon Blogger Template